Cinta Datang Terlambat
Oleh: Alfa Izzatina
Rahmawati
Suasana
malampun mulai terasa. Hilir angin yang merasuk kedalam jiwa dan menusuk sampai
ketulang pun membuat pria bernama erik ini masuk kedalam rumahnya. Rasa kantuk
yang tak dapat terobati ini membuat erik merasa ngantuk ketika dia harus
belajar untuk pelajaran besok pagi. Namun suara angin malam telah membisiki
telinganya sehingga dia harus memejamkan matanya.
Malam itu,
erik tertidur sangat pulas hingga ia tak sadar ternyata pagi telah datang.
Mentari esok pagi telah tiba. Ibunya yang sudah terbangun sejak tadi dan telah
menyiapkan sarapan pagi untuknya. Ayahnya yang bekerja di sebuah Bank swasta di
kota tempat tinggalnya juga telah terbangun sekjak tadi pagi itu. Namun, erik
belum juga bangun dari tidurnya, sehingga membuat ibunya masuk kedalam kamar erik
untuk membangunkan erik.
“Erik, erik,
kok belum bangun juga. Nanti kamu telat!
Cepat bangun!” Seru sang ibu.
Mendengar
suara ibunya, seketika erik terbangun dari tidurnya. Erik langsung terbangun
dan melihat jam ternyata jam telah menunjukkan pukul 6 lebih 30 menit sehingga
membuat erik begitu kaget ketika melihatnya.
“Hloh? Bu? Kok
baru bangunin erik jam segini? Kan nanti erik bisa telat kalo bangunnya jam
segini?” kata erik
“kamu ini!
Masih untung ibu bangunkan. Dari tadi kamu nggak bangun-bangun tau. Semalam kamu
ngapain aja sih?” jawab ibunya.
“Huaaaaah...
udahlah bu. ceritanya besok-besok ajaa yaa.. erik udah mau telat nih.” Bantah erik.
Erik pun
langsung keluar kamar dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Ketika melihat jam
telah menujukkan pukul 7 kurang 10 menit sehingga membuat erik terburu-buru
sehingga dia tak sempat untuk sarapan pagi. Sang ibu yang melihat anaknya belum
makan itu langsung bertanya kepada erik.
“Erik! Kamu
kok nggak makan? Ibu kan sudah masakin makanan kesukaan kamu! Kenapa nggak kamu
makan?” kata ibu erik.
“Yah, bu...
udah jam segini. Kalo erik tetap makan nanti erik telat bu.” Jawab erik.
“Yaudahlah
nggak papa. Tapi nanti di kantin kamu makan yaa. Pokoknya jangan lupa makan
dulu daripada nanti sakit gara-gara nggak makan.” Nasehat ibu erik.
“Baik bu. Erik
berangkat dulu yaa bu. Assalamu’alaikum.” Kata erik.
“iyaa
hati-hati. Wa’alaikumsalam.” Jawab ibu erik.
Pagi ini, erik
berangkat telat. dia tak tau sanksi apa yang nantinya bakal diterima olehnya.
Melihat pintu gerbang sekolah yang telah ditutup membuat erik bertambah
gelisah. Namun, hal itu tak membuat erik larut dalam kegelisahan itu. Erik
langsung masuk lewat pintu gerbang samping yang memang harus dilalui oleh para
siswa yang datang terlambat.
Namun, sebuah
keajaiban telah terjadi. Ternyata, hari itu ada senam pagi. Sehingga membuat
erik tak jadi untuk di beri sanksi. Akan tetapi, namanya tetap dicatat sebagai
siswa yang datang terlambat di buku yang dipegang oleh bu Rani.
“Mengingat
hari ini ada senam pagi, jadi hari ini tak ada sanksi bagi kalian semua yang
datang terlambat. Namun, di lain hari kalian tak boleh datang terlambat lagi
yaa!” Kata Bu rani.
Siswa-siswa
yang datang terlambat pun dengan kompak menjawab “Baik bu. Di lain hari kita
tidak akan datang telat lagi”. Setelah selesai mendata, bu rani langsung
menyuruh siswa-siswa yang datang terlambat itu untuk memasuki kelasnya
masing-masing untuk bersiap-siap melaksanakan senam pagi.
Usai
melaksanakan senam pagi, semua siswa memasuki ruang kelasnya kembali. Erik yang
terkenal sebagi pria yang cuek di kelasnya itu duduk dengan Riko. Erik adalah
salahsatu siswa yang pintar dikelas itu. Dia selalu di ikutkan lomba olimpiade
untuk mewakili sekolahnya.
Akhir-akhir
ini erik sedang dekat dengan salah satu perempuan teman sekelasnya itu. Dalam hati
kecil erik memendam perasaan yang sangat mendalam terhadap dia. Akan tetapi, erik tak pernah berani untuk
mengatakan hal tersebut kepada dia. Dia bernama dona. Dona juga salah satu
siswa yang pintar dikelas itu. Mereka berdua sering belajar bersama dan
mengerjakan tugas-tugas pun selalu bersama. Namun, kedekatan mereka hanya
sampai sahabat tidak lebih.
Akan tetapi
karena kedekatan mereka berdua, sehingga
membuat tomi teman sekelasnya yang sejak dulu telah menyukai dona menjadi
cemburu. Tomi selalu menggunakan berbagai cara untuk mendekati dona. Namun,
karena dona tak menyukai tomi. Maka, dona selalu menolak ketika dia di ajak
tomi. Padahal ajakan tomi adalah salah satu cara dia agar dia bisa dekat dengan
dona. Karena dona selalu menolak maka terkadang tomi merasa putus asa. Tapi,
entah apa yang selalu membuat tomi selalu merasa harus semangat lagi ketika dia
putus asa.
Tomi adalah
salah satu siswa yang di sukai oleh kebanyakan siswa perempuan dari sekolah itu
karena tomi adalah siswa yang ganteng dan keren. Tomi adalah kapten dari tim
basket sekolah itu. Hal itu, membuat tomi semakin di sukai oleh para siswa
perempuan di sekoloah itu. Namun, akibat sifat playboy nya itu sehingga membuat
dona membenci tomi.
Hari ini, erik
pulang terlambat karena dia harus mengerjakan tugas kelompok yang diberikan
gurunya tadi pagi. Erik satu kelompok dengan dona. Kelompoknya beranggotakan 2 orang.
Mereka berdua mengerjakan tugas kelompok itu di rumah dona yang jaraknya
sedikit jauh dari rumah erik. Mungkin karena erik terlalu lelah hingga akhirnya
erik ketiduran ketika dia sedang menulis tugas yang dikerjakannya itu. Dona
memandangi wajah erik dengan penuh rasa deg-deg an. Entah hal apa yang membuat
dona merasa deg-deg an ketika dia memandangi wajah erik. Setelah erik sadar,
dia langsung bangun lagi dan melanjutkan untuk menulis tugasnya tersebut.
Hari semakin
sore, erik memutuskan untuk pulang kerumah karena dia takut dimarahi oleh
orangtuanya kalau harus pulang terlambat tanpa mengabari orangtuanya terlebih
dahulu. Erik berpamitan dengan dona. Dona mengantarkan erik sampi pintu gerbang
rumah dona. Erik pun langsung melambaikan tangan dan dona pun membalas lambaian
tangan itu.
Sesampainya
dirumah, ibu nya bertanya kepada erik “Kamu dari mana saja erik? Kok jam segini
baru pulang?” erik pun menjawab, “ erik dari rumah dona, habis ngerjakan tugas
kelompok.” Ibu erik telah mengenal siapa itu dona. Karena dona adalah anak dari
sahabatnya yaitu ibu dona. Ibu mereka telah lama bersahabatan hingga pada
akhirnya virus persahabatan itupun mengalir kepada erik dan dona.
Keesokan
harinya, erik tidak seperti hari kemarin yang telat. Hari ini dia bangun pagi
sekali karena dia akan mengajak dona untuk berangkat bersamanya. Erik langsung
bersiap-siap dan menuju kerumah dona. Sesampainya di rumah dona. Erik langsung
mengajak dona untuk berangkat bersama. Mereka berdua terkadang berangkat
bersama dan pulangpun juga bersama. Layaknya sepasang kekasih yang selalu
bersama kemanapun akan pergi.
Karena
kedekatannya yang begitu dekat dengan erik, sehingga banyak beredar rumor
mengenai mereka berdua. Teman-teman di sekolahnya menganggap bahwasanya mereka
adalah sepasang kekasih yang sangat cocok karena mereka sama-sama pintar dan
selalu baik hati kepada teman-teman lainnya. Rumor itu telah terdengar di
telinga tomi sehingga tomi selalu merasa ingin memukul erik ketika mendengar
rumor itu. Tomi merasa erik adalah teman makan teman yang merbut perempuan
pujaan hatinya.
Namun, karena
sifatnya yang cuek hal itu tak membuat erik merasa sukar ataupun resah. Erik
merasa rumor adalah hanya sekedar rumor bukan suatu hal yang real. Sehingga ia
tidak begitu mempedulikan rumor itu.
Kedekatan
antara dona dan erik pun semakin erat. Hingga pada akhirnya dona merasa ada
sesuatu yang berbeda ketika dia sedang bersama dengan erik. Dona merasa
deg-deng an nggak karuan ketika dona bersama dengan erik. Apakah itu yang
namanya jatuh cinta? Dona selalu berpikiran seperti itu ketika dia sedang
melamunkan erik.
Ternyata,
perasaan dona kepada erik itu memang benar perasaan jatuh cinta. Karena waktu
dulu dia pernah sekali menjalin hubungan kekasih dengan seorang pria teman
sekalasnya dan teman sebangkunya erik yaitu riko. Karena itulah, dona dapat
menyimpulkan bahwa itu adalah perasaan jatuh cinta kepada erik.
Akan tetapi,
dona tak berani bilang kepada erik. Dia tetapi pada pendiriannya bahwa mereka
berdua adalah sepasang sahabat. Dona tak sanggup merusak persahabatan itu hanya
karena sebuah cinta. Persahabatan yang telah dijalinnya sejak kanak-kanak itu
membuat dona menjadi tak berani mengungkapkan perasaan sesungguhnya itu.
Ada sebuah
rahasia yang tidak diketahui oleh erik mengenai dona. Ternyata, sejak kecil
dona telah mengidap penyakit parah yang belum ada obatnya. Namun hal itu sama
sekali belum diketahui oleh erik. Karena dona tak pernah bercerita mengenai
penyakitnya kepada erik.
Dona selalu
menyembunyikan penyakitnya terhadap erik. Setiap penyakitnya kambuh ia tak
pernah bilang kepada erik.
Suatu ketika,
saat jam pelajaran olahraga. Penyakit yang diderita dona pun kambuh. Dona tak
tau harus berbuat apa. Awalnya, erik heran melihat tingkah dona. Namun, dona
selalu saja bisa membuat dirinya nampak seperti sedang tidak terjadi apa-apa.
Seketika dona langsung ijin ke toilet kepada pak boni sang guru olahraga yang
baik hati itu. Melihat hal itu, erik tak lagi heran terhadap dona.
Di dalam
toilet, dona merasa kesakitan di bagian jantungnya. Dia merintih kesakitan.
Akan tetapi, tak ada seorang pun yang melihatnya. Namun, dia telah menyiapkan
obat untuk di minumnya. Dia meminum obat tersebut.
Keesokan
harinya, dona tak berangkat sekolah. Erik merasa kesepian tanpa kehadiran dona.
Biasanya mereka berdua pergi kekantin bersama. Akan tetapi, tidak untuk hari
ini. Hari ini, erik pergi ke kantin sendirian.
Sepulang
sekolah erik memutuskan untuk menjenguk dona. Setibanya di rumah dona. Dia
langsung bertemu dengan ibu dona. Seketika ibu dona langsung menyuruh erik
memasuki kamar dona.
“Hai, don.
Kamu kenapa hari ini nggak berangkat?” tanya erik.
“Iyaa nih. Aku
kurang enak badan rik.” Jawab dona.
“Kamu sakit
apa don? Sampai nggak berangkat gini?” tanya erik lagi.
“Aaah, Cuma
demam biasa. Bentar lagi juga sembuh kok. Besok pasti aku udah berangkat. Kamu
kangen aku yaa?” jawab dona dengan santai.
“oohhh.. cepet
sembuh yaa don. Iyaa aku kesepian don gara-gara kamu nggak berangkat sii.
hahaha” Kata erik sambil tertawa.
Hari semakin
sore. Erik pun memutuskan untuk pulang kerumah. Dia berpamitan kepada dona.
“Don, aku
pulang dulu yaaa. Udah sore nih.” Kata erik.
“Iyaa makasih
udah jenguk aku. Hati-hati di jalan rik.” Jawab dona.
“Iyaa
sama-sama.” Kata erik lagi.
Tak lupa, erik
berpamitan kepada ibu dona. Setelah berpamitan dia langsung pulang kerumah.
Sesampainya
dirumah. Dia langsung menceritakan kepada ibunya kalau hari ini dona sahabatnya
tidak berangkat sekolah. Oleh karena itu, erik pulang terlambat karena harus
menjenguk dona terlebih dahulu.
Sebenarnya,
ibu erik telah mengetahui penyakit yang di derita dona. Namun, dia tidak berani
mengatakannya langsung kepada erik. Dia masih menunggu waktu yang tepat untuk
menceritakan tentang penyakit yang diderita dona tersebut.
Hari demi hari
telah berlalu. Penyakit yang diderita dona pun bertambah parah. Namun, hal itu
masih tetap saja belum diketahui oleh erik.
Akibat
penyakit yang diderita dona bertambah parah. Maka ibu dona memutuskan untuk
membawa dona berobat ke luar negeri. Namun, dona tidak menyetujuinya. Dia tetap
bersikeras bahwa penyakitnya akan sembuh tanpa harus ke luar negeri.
Setelah sekian
lama dona menutupi rahasianya kepada erik. Akhirnya erik telah mengetahuinya. Ibunya
erik telah bercerita mengenai penyakit yang diderita dona. Erik menyesal karena
dia tak tahu penyakit yang diderita dona sejak dulu. Padahal dona adalah
sahabat nya sejak mereka masih kanak-kanak dan juga wanita disayanginya. Erik
ingin sekali bisa membuat penyakit yang di derita dona sembuh.
Ketika erik
bermain ke rumah dona. Erik bertanya-tanya kepada ibu dona mngenai penyakit
yang di derita anak kesayangannya tersebut. Ibunya mengatakan bahwa dia akan
membawa dona pergi keluar negeri untuk berobat. Erik sangat menyetujui pendapat
ibu dona tersebut. Karena dia ingin dona wanita yang disayanginya cepat sembuh.
Namun lain halnya dengan dona sendiri. Dia masih tetap tidak mau pergi ke luar
negeri untuk berobat.
Erik terus
membujuk dona agar dona mau pergi ke luar negeri untuk berobat. Namun, erik tak
pernah berhasil. Lelah mendengar erik yang terus menerus membujuknya. Akhirnya,
dona menceritakan alasan yang membuat dona tak ingin pergi ke luar negeri.
Dona pun
bercerita tentang perasaannya kepada erik. Erik begitu kaget mendengarnya.
Ternyata sejak dulu dona telah menyukainya. Perasaan yang selama ini di pendam
erik ternyata sama dengan apa yang dona rasakan. Itu adalah alasan mengapa dona
tak ingin pergi ke luar negeri untuk berobat. Dia berpikiran bahwa dia ingin
berada disini, di samping erik sampai ajal menjemputnya. Sampai dia menghembuskan
nafas terakhirnya.
Hari yang tak
ingin dilalui dona pun terjadi. Penyakit yang diderita dona semakin parah. Dia
tak sanggup lagi untuk berjalan, dan bergerak. Ibu dona langsung menelfon ayah
dona, keluarga dona dan keluarga erik. Dia juga menelfon erik. Padahal saat
itu, masih ada ulangan matematika di kelasnya. Namun, dia tak mempedulikan
ulangannya. Dia lebih mempedulikan nyawa wanita yang di sayanginya dan langsung
pulang ke rumah dona untuk melihat kondisi dona.
Berada di
kamar dona. Erik melihat wajah dona penuh dengan rasa iba. Dia menyesal karena
selama ini dia telah membohongi perasaannya sendiri. Yang sebenarnya erik juga
mempunyai perasaan kepada dona. Dona memegang erat tangan erik. Erik pun
membalas pegangan tangan itu dengan sebuah pelukan.
Dona merasa
bahagia karena, pelukan itu adalah pelukan pertamanya dengan erik. Walaupun
setelah itu dia akan meninggalkan erik dan keluarganya untuk selama-lamanya.
Tanpa sadar erik pun meneteskan air mata. Dia tak mampu membendung air matanya
sendiri. Dia hanya bisa memeluk dona dan meneteskan air mata.
Seketika,
nafas dona terasa sesak. Dona sulit untuk bernafas. Dia tak mampu untuk
berkata-kata lagi. Hari itu, adalah hari terakhir dia hidup di dunia ini.
Namun, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dona berkata kepada erik
bahwa dia sangat menyayangi erik. Erik pun menjawab yang sebenarnya. Bahwa dia
juga sangat menyayangi dona.
Dona telah
meninggal. Dia meninggal di pelukan erik. Erik adalah cinta terakhir dona. Erik
menyesal karena tahu wanita yang di sayanginya telah pergi meninggalkannya
lebih dulu untuk selama-lamanya. Bisa dibilang perpisahan itu adalah perpisahan
mengharukan yang di alami oleh erik dan dona. Erik sangat menyesali
perbuatannya yang selalu berbohong terhadap perasaannya sendiri.
Namun, erik
tak bisa terus menerus larut dalam kesedihan. Karena dia tahu, kalau dona akan
selalu berada di sampingnya dan akan selalu menyupport nya bagaimanapun
keadaannya.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar