Kamis, 02 Oktober 2014

Cerpenku



Cinta Datang Terlambat

Oleh: Alfa Izzatina Rahmawati

Suasana malampun mulai terasa. Hilir angin yang merasuk kedalam jiwa dan menusuk sampai ketulang pun membuat pria bernama erik ini masuk kedalam rumahnya. Rasa kantuk yang tak dapat terobati ini membuat erik merasa ngantuk ketika dia harus belajar untuk pelajaran besok pagi. Namun suara angin malam telah membisiki telinganya sehingga dia harus memejamkan matanya.

Malam itu, erik tertidur sangat pulas hingga ia tak sadar ternyata pagi telah datang. Mentari esok pagi telah tiba. Ibunya yang sudah terbangun sejak tadi dan telah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Ayahnya yang bekerja di sebuah Bank swasta di kota tempat tinggalnya juga telah terbangun sekjak tadi pagi itu. Namun, erik belum juga bangun dari tidurnya, sehingga membuat ibunya masuk kedalam kamar erik untuk membangunkan erik.

“Erik, erik, kok belum bangun juga. Nanti kamu telat!  Cepat bangun!” Seru sang ibu.

Mendengar suara ibunya, seketika erik terbangun dari tidurnya. Erik langsung terbangun dan melihat jam ternyata jam telah menunjukkan pukul 6 lebih 30 menit sehingga membuat erik begitu kaget ketika melihatnya.

“Hloh? Bu? Kok baru bangunin erik jam segini? Kan nanti erik bisa telat kalo bangunnya jam segini?” kata erik

“kamu ini! Masih untung ibu bangunkan. Dari tadi kamu nggak bangun-bangun tau. Semalam kamu ngapain aja sih?” jawab ibunya.

“Huaaaaah... udahlah bu. ceritanya besok-besok ajaa yaa.. erik  udah mau telat nih.” Bantah erik.

Erik pun langsung keluar kamar dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Ketika melihat jam telah menujukkan pukul 7 kurang 10 menit sehingga membuat erik terburu-buru sehingga dia tak sempat untuk sarapan pagi. Sang ibu yang melihat anaknya belum makan itu langsung bertanya kepada erik.

“Erik! Kamu kok nggak makan? Ibu kan sudah masakin makanan kesukaan kamu! Kenapa nggak kamu makan?” kata ibu erik.

“Yah, bu... udah jam segini. Kalo erik tetap makan nanti erik telat bu.” Jawab erik.

“Yaudahlah nggak papa. Tapi nanti di kantin kamu makan yaa. Pokoknya jangan lupa makan dulu daripada nanti sakit gara-gara nggak makan.” Nasehat ibu erik.

“Baik bu. Erik berangkat dulu yaa bu. Assalamu’alaikum.” Kata erik.

“iyaa hati-hati. Wa’alaikumsalam.” Jawab ibu erik.

Pagi ini, erik berangkat telat. dia tak tau sanksi apa yang nantinya bakal diterima olehnya. Melihat pintu gerbang sekolah yang telah ditutup membuat erik bertambah gelisah. Namun, hal itu tak membuat erik larut dalam kegelisahan itu. Erik langsung masuk lewat pintu gerbang samping yang memang harus dilalui oleh para siswa yang datang terlambat.

Namun, sebuah keajaiban telah terjadi. Ternyata, hari itu ada senam pagi. Sehingga membuat erik tak jadi untuk di beri sanksi. Akan tetapi, namanya tetap dicatat sebagai siswa yang datang terlambat di buku yang dipegang oleh bu Rani.

“Mengingat hari ini ada senam pagi, jadi hari ini tak ada sanksi bagi kalian semua yang datang terlambat. Namun, di lain hari kalian tak boleh datang terlambat lagi yaa!” Kata Bu rani.

Siswa-siswa yang datang terlambat pun dengan kompak menjawab “Baik bu. Di lain hari kita tidak akan datang telat lagi”. Setelah selesai mendata, bu rani langsung menyuruh siswa-siswa yang datang terlambat itu untuk memasuki kelasnya masing-masing untuk bersiap-siap melaksanakan senam pagi.

Usai melaksanakan senam pagi, semua siswa memasuki ruang kelasnya kembali. Erik yang terkenal sebagi pria yang cuek di kelasnya itu duduk dengan Riko. Erik adalah salahsatu siswa yang pintar dikelas itu. Dia selalu di ikutkan lomba olimpiade untuk mewakili sekolahnya.

Akhir-akhir ini erik sedang dekat dengan salah satu perempuan teman sekelasnya itu. Dalam hati kecil erik memendam perasaan yang sangat mendalam terhadap dia. Akan  tetapi, erik tak pernah berani untuk mengatakan hal tersebut kepada dia. Dia bernama dona. Dona juga salah satu siswa yang pintar dikelas itu. Mereka berdua sering belajar bersama dan mengerjakan tugas-tugas pun selalu bersama. Namun, kedekatan mereka hanya sampai sahabat tidak lebih.

Akan tetapi karena kedekatan mereka berdua,  sehingga membuat tomi teman sekelasnya yang sejak dulu telah menyukai dona menjadi cemburu. Tomi selalu menggunakan berbagai cara untuk mendekati dona. Namun, karena dona tak menyukai tomi. Maka, dona selalu menolak ketika dia di ajak tomi. Padahal ajakan tomi adalah salah satu cara dia agar dia bisa dekat dengan dona. Karena dona selalu menolak maka terkadang tomi merasa putus asa. Tapi, entah apa yang selalu membuat tomi selalu merasa harus semangat lagi ketika dia putus asa.

Tomi adalah salah satu siswa yang di sukai oleh kebanyakan siswa perempuan dari sekolah itu karena tomi adalah siswa yang ganteng dan keren. Tomi adalah kapten dari tim basket sekolah itu. Hal itu, membuat tomi semakin di sukai oleh para siswa perempuan di sekoloah itu. Namun, akibat sifat playboy nya itu sehingga membuat dona membenci tomi.

Hari ini, erik pulang terlambat karena dia harus mengerjakan tugas kelompok yang diberikan gurunya tadi pagi. Erik satu kelompok dengan dona. Kelompoknya beranggotakan 2 orang. Mereka berdua mengerjakan tugas kelompok itu di rumah dona yang jaraknya sedikit jauh dari rumah erik. Mungkin karena erik terlalu lelah hingga akhirnya erik ketiduran ketika dia sedang menulis tugas yang dikerjakannya itu. Dona memandangi wajah erik dengan penuh rasa deg-deg an. Entah hal apa yang membuat dona merasa deg-deg an ketika dia memandangi wajah erik. Setelah erik sadar, dia langsung bangun lagi dan melanjutkan untuk menulis tugasnya tersebut.

Hari semakin sore, erik memutuskan untuk pulang kerumah karena dia takut dimarahi oleh orangtuanya kalau harus pulang terlambat tanpa mengabari orangtuanya terlebih dahulu. Erik berpamitan dengan dona. Dona mengantarkan erik sampi pintu gerbang rumah dona. Erik pun langsung melambaikan tangan dan dona pun membalas lambaian tangan itu.

Sesampainya dirumah, ibu nya bertanya kepada erik “Kamu dari mana saja erik? Kok jam segini baru pulang?” erik pun menjawab, “ erik dari rumah dona, habis ngerjakan tugas kelompok.” Ibu erik telah mengenal siapa itu dona. Karena dona adalah anak dari sahabatnya yaitu ibu dona. Ibu mereka telah lama bersahabatan hingga pada akhirnya virus persahabatan itupun mengalir kepada erik dan dona.

Keesokan harinya, erik tidak seperti hari kemarin yang telat. Hari ini dia bangun pagi sekali karena dia akan mengajak dona untuk berangkat bersamanya. Erik langsung bersiap-siap dan menuju kerumah dona. Sesampainya di rumah dona. Erik langsung mengajak dona untuk berangkat bersama. Mereka berdua terkadang berangkat bersama dan pulangpun juga bersama. Layaknya sepasang kekasih yang selalu bersama kemanapun akan pergi.

Karena kedekatannya yang begitu dekat dengan erik, sehingga banyak beredar rumor mengenai mereka berdua. Teman-teman di sekolahnya menganggap bahwasanya mereka adalah sepasang kekasih yang sangat cocok karena mereka sama-sama pintar dan selalu baik hati kepada teman-teman lainnya. Rumor itu telah terdengar di telinga tomi sehingga tomi selalu merasa ingin memukul erik ketika mendengar rumor itu. Tomi merasa erik adalah teman makan teman yang merbut perempuan pujaan hatinya.

Namun, karena sifatnya yang cuek hal itu tak membuat erik merasa sukar ataupun resah. Erik merasa rumor adalah hanya sekedar rumor bukan suatu hal yang real. Sehingga ia tidak begitu mempedulikan rumor itu.

Kedekatan antara dona dan erik pun semakin erat. Hingga pada akhirnya dona merasa ada sesuatu yang berbeda ketika dia sedang bersama dengan erik. Dona merasa deg-deng an nggak karuan ketika dona bersama dengan erik. Apakah itu yang namanya jatuh cinta? Dona selalu berpikiran seperti itu ketika dia sedang melamunkan erik.

Ternyata, perasaan dona kepada erik itu memang benar perasaan jatuh cinta. Karena waktu dulu dia pernah sekali menjalin hubungan kekasih dengan seorang pria teman sekalasnya dan teman sebangkunya erik yaitu riko. Karena itulah, dona dapat menyimpulkan bahwa itu adalah perasaan jatuh cinta kepada erik.

Akan tetapi, dona tak berani bilang kepada erik. Dia tetapi pada pendiriannya bahwa mereka berdua adalah sepasang sahabat. Dona tak sanggup merusak persahabatan itu hanya karena sebuah cinta. Persahabatan yang telah dijalinnya sejak kanak-kanak itu membuat dona menjadi tak berani mengungkapkan perasaan sesungguhnya itu.

Ada sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh erik mengenai dona. Ternyata, sejak kecil dona telah mengidap penyakit parah yang belum ada obatnya. Namun hal itu sama sekali belum diketahui oleh erik. Karena dona tak pernah bercerita mengenai penyakitnya kepada erik.

Dona selalu menyembunyikan penyakitnya terhadap erik. Setiap penyakitnya kambuh ia tak pernah bilang kepada erik.

Suatu ketika, saat jam pelajaran olahraga. Penyakit yang diderita dona pun kambuh. Dona tak tau harus berbuat apa. Awalnya, erik heran melihat tingkah dona. Namun, dona selalu saja bisa membuat dirinya nampak seperti sedang tidak terjadi apa-apa. Seketika dona langsung ijin ke toilet kepada pak boni sang guru olahraga yang baik hati itu. Melihat hal itu, erik tak lagi heran terhadap dona.

Di dalam toilet, dona merasa kesakitan di bagian jantungnya. Dia merintih kesakitan. Akan tetapi, tak ada seorang pun yang melihatnya. Namun, dia telah menyiapkan obat untuk di minumnya. Dia meminum obat tersebut.

Keesokan harinya, dona tak berangkat sekolah. Erik merasa kesepian tanpa kehadiran dona. Biasanya mereka berdua pergi kekantin bersama. Akan tetapi, tidak untuk hari ini. Hari ini, erik pergi ke kantin sendirian.

Sepulang sekolah erik memutuskan untuk menjenguk dona. Setibanya di rumah dona. Dia langsung bertemu dengan ibu dona. Seketika ibu dona langsung menyuruh erik memasuki kamar dona.

“Hai, don. Kamu kenapa hari ini nggak berangkat?” tanya erik.

“Iyaa nih. Aku kurang enak badan rik.” Jawab dona.

“Kamu sakit apa don? Sampai nggak berangkat gini?” tanya erik lagi.

“Aaah, Cuma demam biasa. Bentar lagi juga sembuh kok. Besok pasti aku udah berangkat. Kamu kangen aku yaa?” jawab dona dengan santai.

“oohhh.. cepet sembuh yaa don. Iyaa aku kesepian don gara-gara kamu nggak berangkat sii. hahaha” Kata erik sambil tertawa.

Hari semakin sore. Erik pun memutuskan untuk pulang kerumah. Dia berpamitan kepada dona.

“Don, aku pulang dulu yaaa. Udah sore nih.” Kata erik.

“Iyaa makasih udah jenguk aku. Hati-hati di jalan rik.” Jawab dona.

“Iyaa sama-sama.” Kata erik lagi.

Tak lupa, erik berpamitan kepada ibu dona. Setelah berpamitan dia langsung pulang kerumah.

Sesampainya dirumah. Dia langsung menceritakan kepada ibunya kalau hari ini dona sahabatnya tidak berangkat sekolah. Oleh karena itu, erik pulang terlambat karena harus menjenguk dona terlebih dahulu.

Sebenarnya, ibu erik telah mengetahui penyakit yang di derita dona. Namun, dia tidak berani mengatakannya langsung kepada erik. Dia masih menunggu waktu yang tepat untuk menceritakan tentang penyakit yang diderita dona tersebut.

Hari demi hari telah berlalu. Penyakit yang diderita dona pun bertambah parah. Namun, hal itu masih tetap saja belum diketahui oleh erik.

Akibat penyakit yang diderita dona bertambah parah. Maka ibu dona memutuskan untuk membawa dona berobat ke luar negeri. Namun, dona tidak menyetujuinya. Dia tetap bersikeras bahwa penyakitnya akan sembuh tanpa harus ke luar negeri.

Setelah sekian lama dona menutupi rahasianya kepada erik. Akhirnya erik telah mengetahuinya. Ibunya erik telah bercerita mengenai penyakit yang diderita dona. Erik menyesal karena dia tak tahu penyakit yang diderita dona sejak dulu. Padahal dona adalah sahabat nya sejak mereka masih kanak-kanak dan juga wanita disayanginya. Erik ingin sekali bisa membuat penyakit yang di derita dona sembuh.   

Ketika erik bermain ke rumah dona. Erik bertanya-tanya kepada ibu dona mngenai penyakit yang di derita anak kesayangannya tersebut. Ibunya mengatakan bahwa dia akan membawa dona pergi keluar negeri untuk berobat. Erik sangat menyetujui pendapat ibu dona tersebut. Karena dia ingin dona wanita yang disayanginya cepat sembuh. Namun lain halnya dengan dona sendiri. Dia masih tetap tidak mau pergi ke luar negeri untuk berobat.

Erik terus membujuk dona agar dona mau pergi ke luar negeri untuk berobat. Namun, erik tak pernah berhasil. Lelah mendengar erik yang terus menerus membujuknya. Akhirnya, dona menceritakan alasan yang membuat dona tak ingin pergi ke luar negeri.

Dona pun bercerita tentang perasaannya kepada erik. Erik begitu kaget mendengarnya. Ternyata sejak dulu dona telah menyukainya. Perasaan yang selama ini di pendam erik ternyata sama dengan apa yang dona rasakan. Itu adalah alasan mengapa dona tak ingin pergi ke luar negeri untuk berobat. Dia berpikiran bahwa dia ingin berada disini, di samping erik sampai ajal menjemputnya. Sampai dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Hari yang tak ingin dilalui dona pun terjadi. Penyakit yang diderita dona semakin parah. Dia tak sanggup lagi untuk berjalan, dan bergerak. Ibu dona langsung menelfon ayah dona, keluarga dona dan keluarga erik. Dia juga menelfon erik. Padahal saat itu, masih ada ulangan matematika di kelasnya. Namun, dia tak mempedulikan ulangannya. Dia lebih mempedulikan nyawa wanita yang di sayanginya dan langsung pulang ke rumah dona untuk melihat kondisi dona.

Berada di kamar dona. Erik melihat wajah dona penuh dengan rasa iba. Dia menyesal karena selama ini dia telah membohongi perasaannya sendiri. Yang sebenarnya erik juga mempunyai perasaan kepada dona. Dona memegang erat tangan erik. Erik pun membalas pegangan tangan itu dengan sebuah pelukan.

Dona merasa bahagia karena, pelukan itu adalah pelukan pertamanya dengan erik. Walaupun setelah itu dia akan meninggalkan erik dan keluarganya untuk selama-lamanya. Tanpa sadar erik pun meneteskan air mata. Dia tak mampu membendung air matanya sendiri. Dia hanya bisa memeluk dona dan meneteskan air mata.

Seketika, nafas dona terasa sesak. Dona sulit untuk bernafas. Dia tak mampu untuk berkata-kata lagi. Hari itu, adalah hari terakhir dia hidup di dunia ini. Namun, sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya. Dona berkata kepada erik bahwa dia sangat menyayangi erik. Erik pun menjawab yang sebenarnya. Bahwa dia juga sangat menyayangi dona.

Dona telah meninggal. Dia meninggal di pelukan erik. Erik adalah cinta terakhir dona. Erik menyesal karena tahu wanita yang di sayanginya telah pergi meninggalkannya lebih dulu untuk selama-lamanya. Bisa dibilang perpisahan itu adalah perpisahan mengharukan yang di alami oleh erik dan dona. Erik sangat menyesali perbuatannya yang selalu berbohong terhadap perasaannya sendiri.

Namun, erik tak bisa terus menerus larut dalam kesedihan. Karena dia tahu, kalau dona akan selalu berada di sampingnya dan akan selalu menyupport nya bagaimanapun keadaannya.

******






Tidak ada komentar:

Posting Komentar