Kamis, 03 April 2014

Kewajiban anak menghormati orang tua

Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban seorang anak dalam Islam. Banyak ayat al Qur’an yang memerintahkan agar setiap anak berbakti kepada orang tuanya. Namun sepertinya tidak hanya dalam Islam semata, mungkin dalam agama-agama lainpun masalah berbakti kepada orang tua merupakan hal yang dianjurkan. Hal ini mengingat, jangankan dalam ajaran agama, secara logika manusia saja adalah sudah sepatutnyalah anak berbakti kepada orang tuanya mengingat besarnya jasa-jasa yang telah diberikan orang tua pada anaknya.

Sementara dalam Islam, ada beberapa ayat didalam Al Quran dimana kebaikan kepada orang tua bahkan digabungkan dengan aspek yang paling penting dari Islam, yakni hanya menyembah Allah semata. Hal ini mengindikasikan bahwa bersikap baik, patuh dan taat kepada orang tua, menghormati dan menghargai mereka, sangat penting dalam cara hidup yang ditetapkan dalam ajaran Islam.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)

Tidak boleh ada kata kotor, kasar, atau kata apapun yang bisa menyakiti orang tua, atau bahkan memandangnya dengan sikap rendah atau kebencian. Menghormati orang tua merupakan sebuah bentuk ibadah dengan tujuan untuk menyenangkan Allah SWT dengan cara menghormati perintah-Nya.

Allah SWT melanjutkan ayat ini dengan mengingatkan kita bahwa orang tua harus mendapat perlakuan baik mengingat mereka telah memelihara, mendidik, dan mengajarkan kita berbagai hal dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih-sayang, dan melakukan berbagai pengorbanan demi anak-anaknya.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa’, 17:24)

Cinta dan rahmat yang berasal dari Allah Yang Maha Pemurah sebagian besar terwujud dalam bentuk perawatan & pemeliharaan yang dilakukan orang tua terhadap anak-anak mereka. Dengan tegas Allah melarang meperlakukan buruk orang tua, dan dalam ayat lain dalam al Quran Dia memerintahkan kita untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada-Nya, sebagai Pencipta kita, serta orang tua kita. Sekali lagi, Allah dengan tegas menyampaikan alasan mengapa berbakti kepada orang tua sangat penting.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Q.S Luqman, 31:14).

Orang tua merawat dan mengasuh anak-anakmya hampir sepanjang hidup mereka, dan pada satu titik ttertentu ugas tersebut akan berbalik, orang tua menjadi tua dan lemah sehingga membutuhkan perawatan dan pememeliharaan untuk dirinya. Dan anak-anaknyalah yang wajib melakukannya sebagai bentuk ketaatan kepada perintah-Nya dan hanya mengharapkan pahala-Nya.

Namun sayang sekali, bahwa fakta yang ada sekarang ini masih jauh dari apa yang diharapkan dan diperintahkan dalam Al Qur’an, dimana wujud berbaktinya anak kepada orang tua secara umum hanya ditunjukkan ketika datang Hari Raya dan atau ketika orang tua sedang menderita sakit. Padahal semestinya, seorang anak harus memahami benar dan mau menjalankan tugas dan kewajibannya terhadap orang tua, mengingat bahwa suatu saat hal itupun akan menjadi haknya manakala ia telah menjadi tua yang lemah dan membutuhkan perawatan dan perhatian.

Jika anda adalah orang tua yang menginginkan anak-anak anda kelak berbakti pada anda, maka berbaktilah kepada orang tua anda. Sering-seringlah menemuinya, atau setidaknya sering-seringlah berkomunikasi dengannya, menanyakan kondisinya dan memberi bantuan apabila mereka memerlukan. Do’akanlah mereka, setidaknya setiap selesai sholat lima waktu, mintakan ampunan atas dosa-dosanya dan mintakan supaya mereka ditempatkan diantara orang-orang yang shalih.




Semoga bermanfaat sobat :) :) :)

Read more: http://www.kaze-kate.net/2012/10/Berbakti-kepada-Orang-Tua-dalam-Islam.html

10 Macam Dosa Besar menurut Al Quran


Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah. Hanya sekedar mengingatkan, bukan untuk menggurui. Apa sajakah yang termasuk 10 macam dosa besar menurut Al Quran?
1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).
Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)
2. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).
3. Merasa aman dari ancaman Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)
4. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.
Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).
5. Membunuh.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).
6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur: 23)
7. Memakan riba.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)
8.Lari dari medan pertempuran.
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempuran itu.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)
9. Memakan harta anak yatim.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)
10. Berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)
Cara menghapus dosa besar:
Di dalam Al Quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. Wallahu'alam.
Ya Allah semoga Engkau mau mengampuni dosa kami semua Ya Allah. Kepada siapa lagi Ya Allah aku meminta ampun selain kepadamu Ya Rabb.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.


Semoga bermanfaat sobat :) :) :)


 


Sumber: facebook